2095000594

Hari Jumat, tertanggal 31 Juli 2009.

Pagi hari hingga siang seperti biasa aku online facebook, tertanda aku ini pengangguran. Dan seperti biasa pula, kurang kerjaan membaca status orang yang macam-macam, chat dengan beberapa teman, dan tentunya membalas wall. Sangat membosankan sejujurnya, tetapi amat lebih membosankan lagi jika aku berdiam diri di dalam rumah tanpa buku apapun untuk dibaca.

Tiba-tiba aku melihat sebuah status dari seorang teman dari kelas Akselerasi–yang lebih tepatnya bisa disebut adik kelas– bahwa hasil SNMPTN dapat dilihat setelah maghrib.

Waaahh…aku jadi gugup. 😦

Aku pun mengirim sebuah pesan singkat kepada Kuma (dengan hape ayah :P), memberitahunya tentang berita tersebut. Tetapi pesanku tidak juga masuk. Aku mencoba menelefon hapenya, tetapi malah nona operator gila yang menjawab. Akhirnya aku menanti-nanti saat itu sambil mempertimbangkan untuk segera melihat hasilnya atau menunggu sampai malam menjelang. Tetapi sepertinya memang aku diharuskan untuk menanti malam tiba, karena si kompi sedang digunakan oleh kakakku. Sabar…sabar..

Aku mencoba menenangkan diri dengan menghadap kepada Sang Kuasa, alias shalat maghrib. Ya…aku jadi lebih tenang. Kemudian aku mandi sore (menjelang malam :P).

Usai mandi, kakakku mengatakan bahwa tadi Kuma menelefonku. Aku pun menelefonnya kembali. Ia mengatakan bahwa ia baru saja menerima pesanku beserta pesan-pesan dari orang lain. Hapenya sedang gila sepertinya. Ya sudahlah.

Intinya ia ingin aku melihat hasil SNMPTN-nya juga (nitip gitu) dan aku mengiyakan, tentunya setelah kakakku selesai menggunakan si kompi.

Setelah kakakku yang menggunakan kompi, ternyata suami kakakku yang satu lagi berganti menduduki kursi di depan kompi. Huh, ya sudah aku kembali menanti dengan sabar.

Pukul 8 malam lebih, hampir pukul setengah sembilan. Telefon rumah berdering. Ternyata Kuma yang menelefon. Ia berkata bahwa ia sudah melihat hasil SNMPTN-nya sendiri, dan ia lolos, diterima di Psikologi Universitas Airlangga.

Waaahh… dia hebat sekali, aku bangga memiliki teman seperti dia 🙂 (waktu gini aja bilang temen :P).

Dan seorang teman juga, Leny, dia juga lolos diterima di Universitas Brawijaya jurusan Ilmu Komunikasi. Wahh.. 😀

Lalu…lalu…bagaimana nasibku??

“Sini nomer ujianmu, aku liatin,” tawar Kuma.

Engg…aku bimbang. Beritahu, tidak. Iya, tidak, iya, tidak…nggg…

“Aku takuuutt…mau liat sendiri aja deh…,” ujarku pada akhirnya.

“Ya udah, ntar kalo udah tau, kasih tau aku, ya,” kata Kuma yang langsung kuiyakan.

Huuffftt…lagi-lagi usahaku untuk menenangkan diri gagal. Aku gugup kembali. Aku pun mengajak kakakku untuk keluar mengendarai motor sekadar untuk mencari angin, untuk menenangkan hati dan pikiran. Pikiran-pikiran buruk seperti biasa kembali berputar-putar di dalam otakku. Gimana kalo nggak lolos??

Pukul 9 lebih. Aku bersiap untuk melihat hasil SNMPTN. Oh Tuhan…ampunilah dosaku…

Oke. Aku belum siap. Aku pun kembali menenangkan diriku dengan menghadap pada-Nya melalui shalat Isya’. Fuuuhh…selesai dan aku segera menyalakan kompi dan internet.

Pip…duduk dengan sabar menanti koneksi internet beres. Oke.

Aku segera membuka http://www.snmptn.ac.id.

Problem loading page.

What??

Aku mencoba membuka google. It’s okay. 😦

Lalu aku mengetikkan kata-kata keramat itu, pengumuman snmptn 2009 pada search engine-nya. Muncullah beberapa web di sana. Aku membuka yang paling atas.

Problem loading page.

What the f**k??

Aku me-restart si kompi, mungkin dia kurang sehat.

Oke. Aku kembali membuka google sambil membuka facebook untuk melihat kabar dari teman-teman yang lain. Waahh…ternyata semuanya sudah ramai mengabarkan hasil SNMPTN masing-masing. Ada berita baik, tetapi ada juga yang buruk.

Aku kembali melihat google kemudian lagi-lagi melakukan hal yang sama. Sial, lagi-lagi eror.

Aku mulai mencium sesuatu yang janggal, sepertinya website itu memang agak sulit dibuka karena banyak juga yang membukanya. Uuugh.. 😦

Akhirnya aku pun mengatakan hal itu kepada Kuma (yang juga sedang online facebook), dan ia pun kembali menawarkan hal yang sama: melihat hasil SNMPTN-ku. Oh God…

Akhirnya dengan perasaan takut yang amat sangat, aku memberitahukannya nomor ujianku. Dengan jantung yang berdegup kencang seperti sedang berada di dalam medan perang menemaniku menanti jawaban dari Kuma.

Tak lama kemudian, “Tak telpon kamu sekarang.”

Begitu tulis Kuma di chat window. Oke.

Telefon berbunyi dan aku segera mengangkatnya. Terdengar suara Kuma yang membuatku ketakutan setengah mati mendengar kabar darinya.

“Peserta diterima, kode prodi 522111.”

Whiiimmpphh…. 😮
“Aaaaahhh…ups, hihhihi,” teriakku kegirangan di malam hari seperti orang kesurupan.
“Apa itu? Apa itu?” tanyaku tak sabar.
“Komunikasi unair, pyo,” jawab Kuma.

…..hhe??? Aku tak percaya. Sungguh, benar-benar di luar harapan dan dugaan. Tetapi aku senang, tentu saja. Sangat senang. Begitu juga keluargaku. Gott sei Dank… 😀

Advertisements

2 responses to this post.

  1. Posted by abamaradhanasholeh on May 17, 2010 at 2:36 pm

    wah selamat ya Tante sekarang pasti sudah semester dua mau ke tiga, Papa dan Mama ku juga lulusan Unair lho, mampir-mampir ya di http://abamaradhana.wordpress.com/ jadi teman abam ya

    Reply

    • Posted by Jiyuu on June 16, 2010 at 10:28 am

      ….aku bahkan belum berumur 20 taun, tapi udah dipanggil tante, hauuu… 😥
      he’em, ni semester 2, ntar lagi UAS… 😡
      wahh…kompakan ya pada lulusan unair, hehe 😀
      emang papa-mamamu dulu jurusan apa?
      Okok, salam kenal yap 🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: