Solosolo July 28-29 2009(part 1)

Hari ini aku akan pergi ke Solo. Yippe!! Akhirnya di masa-masa pengangguran ini ada juga namanya wisata ke luar kota 😀 ! Ehehe…tapi sebenernya nggak bisa dibilang wisata sih, soalnya aku ke Solo dengan tujuan jenguk kakekku yang lagi sakit. Kakinya patah, kepleset gitu.
So, sehari sebelum berangkat sih rencana mau lepas landas (cih! naik bus aja bahasanya pake lepas landas segala) pagi-pagi buta, waktu ayam-ayam bahkan belum berkokok dan aku beneran buta soalnya mataku pasti susah banget dibuka meskipun udah diganjal pake batang korek, yakni jam 3 pagi. Waduuuhh… X(

Tapi dasarnya aku bandel, meskipun udah disuruh tidur jam 9 malem, tetep aja baru tidur jam 12 gara-gara nonton Boys Before Flowers, heheh 😛 (padahal udah nonton DVD-nya sampe tamat). Alhasil, bangun tidur makin berat mata ini untuk dibuka.
Umm..tapi ternyata jadwal keberangkatan diundur, jadi jam 5 pagi. Bukan masalah aku nggak bisa bangun pagi (meskipun nyatanya emang nggak bisa), tapi karena ibuku ngelarang aku dan ayahku–yang memang cuma berangkat berdua aja– buat berangkat sepagi itu. Yah…padahal sih aku semangat banget berangkat jam 3 karena pasti nyampe di Solo jauh lebih cepat. Tapi ya sud lah.

Jam 5 an abis shalat Subuh aku dan ayah pun berangkat mengendarai motor menuju Solo. Eh, maksudnya naik motor sampe Terminal Bungurasih, baru deh naik bus. Sebenernya sih waktu mau berangkat aku agak nggak enak badan. Entah ini sindrom bus yang emang sering bikin aku ngerasa mual, ato karena aku tidur kemaleman. Ato mungkin juga karena tadi malem aku nggak makan. Yah, nggak tau lah.

Berangkat jam 5 di Surabaya ternyata dingin juga, duingiiin malah. Padahal udah pake jaket juga. Udah perut agak mual, sekarang ditambah naik motor diterpa angin pagi yang dingin begini, brrr… Aku bahkan bisa liat kabut tipis di sepanjang mata memandang.

Setelah sampe di terminal dan memarkir motor, aku dan ayah pun berjalan mencari bus dan sebelumnya melewati suatu tempat-entah-apa, di mana setiap orang wajib membayar 200 rupiah. Murah banget. Saking murahnya, aku dan ayah sampe bingung gimana bayarnya. Ayah nggak bawa duit receh sama sekali, sementara di dompetku, ada recehan berjumlah 350 rupiah, selembar 5000 rupiah, dan selembar 50.000 rupiah. Haduhh..itu receh nanggung bener, kurang 50 rupiah doank tuh. Akhirnya aku pun merelakan selembar 5000 rupiahku untuk diserahkan demi 400 rupiah. Asem.

Setelah melewati tempat itu, aku mengikuti ayah yang sedang berjalan mencari bus yang menuju ke Solo. Dengan cepat kami dapatkan dan kami segera masuk.

Sepi dan dingin. Aroma obat-obatan di rumah sakit menusuk hidung. Tiba-tiba sebuah lengan menggelayut di pundakku…hiiiyy.. paan sih, emangnya kamar mayat.

Tapi emang bener sih, masih sepi dan dingin banget karena AC. Anjrit, emang di luar kurang dingin apa sih sampe di sini AC-nya tambah parah begini. Rasanya aku pengen banget rusakin AC-nya ato jebol atap busnya. Kan lebih baik menghirup udara dari alam 🙂 .

Menunggu penumpang lain, aku yang duduk di dekat jendela pun mengintip keluar. Ada sosok yang tetap membuatku miris dengan negara ini, sosok yang di setiap tempat umum manapun pasti ada. Gelandangan. Dia lagi tidur di atas kardus yang udah dilipat rapi jadi alas tidur.

Melempar pandanganku tak jauh dari sana, tepatnya di bangku di mana orang-orang duduk menunggu bus datang, ada seseorang yang lebih menarik perhatianku. Ia sedang mengisap sebatang rokok dengan kedua kaki naik di atas bangku. Mulutnya komat-kamit seperti sedang berbicara dengan seseorang dan tangannya bergerak-gerak bak seorang direktur mempresentasikan sebuah produk baru kepada bawahannya. Aku melihat agak ke depan, tempat yang memungkinkan orang tadi berbicara dengan orang lain. Tapi aku tak melihat siapapun berbicara dengan orang tersebut.
Jiaaahh…orang gila ternyata.. 😦

Kira-kira setengah jam kemudian, bus akhirnya berangkat. Hah…rasanya udah nguantuk banget, jadi aku langsung tidur aja, sekalian mengurangi kemungkinan untuk muntah,hhew 😛 . Tapi meskipun niatnya mau tidur, nyatanya cuma tidur bo’ongan. Bentar-bentar bangun, huh.

Akhirnya rasa mual pun tak dapat ditahan. Tepat saat aku bener-bener bangun dan ayah lagi tidur pulas, …”hoeeek..”
Aku mengeluarkan cairan menjijikkan ke dalam kresek hitam bungkus onde-onde di dalam tas yang dengan buru-buru kuambil tanpa mikir panjang gimana nasib onde-onde itu. Yang penting semuanya selamat dari air bah menjijikkan itu 😦 .
Sudah puas mengeluarkan sebagian isi perut, aku pun minum air mineral gelas yang nggak tau sejak kapan nyangkut di jaring kursi depan. Ya sud aku sedot aja.

Terus aku coba tidur lagi meskipun kepalaku udah mulai pusing. Tapi nggak lama kemudian, waktu bus udah mau berhenti di sebuah rumah makan di daerah Ngawi, lagi-lagi…”hoeeekk..”
Aigo. Menyiksa sekali,hiks.. 😥 Waktu itu ayah langsung bangun, entah karena terganggu dengan suaraku yang sebenernya nggak keras, ato karena mencium aroma makanan dari rumah makan (ngayal banget). Kemudian setelah tiba di rumah makan itu aku pun buru-buru ke toilet untuk melanjutkan misi suci.

Duduk di kursi rumah makan nggak bikin aku pengen makan meskipun sebenernya perut udah bikin konser musik Death Metal. Aku berpose kayak para umat berdoa kepada Tuhan, tapi lama-lama merosot juga jadi kayak orang mati. Di depan mata sudah ada teh hangat yang siap diseruput plus bakso yang teriak-teriak pengen masuk ke dalam mulutku. Jumlah pentolnya sih cuman sedikit dan kecil-kecil, dan aku yakin pasti ngerasa kurang kenyang kalo aku dalam keadaan sehat. Tapi sekarang keadaan bahkan nggak mengijinkan aku makan dengan tenang dan damai. Pentol-pentol yang kalo nggak salah berjumlah 5 biji itu masih sisa satu di mangkok, dan kira-kira setengah jam kemudian aku udah nggak tahan lagi untuk (sekali lagi) muntah. Uuukhh…sia-sia bener perjuangan buat makan pentol anakan.

Dan untunglah nggak lama kemudian, kira-kira lima belas menit, aku dan ayah nyampe juga di depan rumah sakit tempat kakek dirawat. Fiiiuuhh….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: