Banjir, Macet, dan BONEK

Cerita dimulai dari kuliah jam terakhir, yakni Ilmu Alamiah Dasar yang membahas tentang Bioteknologi. Baru setengah jam berjalan, lampu kelas tiba-tiba meredup, lalu kembali terang. Saat itu hujan telah turun membasahi bumi pertiwi bagian Surabaya. Jendela kelas yang sesekali terbuka dan tertutup akibat hembusan angin yang cukup kencang menimbulkan suara yang sedikit mengejutkan. Pintu berkali-kali terbuka dan tertutup pula karena angin, mengesankan seolah ada seseorang yang membuka pintu, tetapi nyatanya tidak ada. Suara gemuruh guntur melengkapi suasana misterius dan menegangkan. Beberapa mahasiswi menjerit ketakutan–atau terkejut karenanya.

Tiba-tiba…pats! Lampu mati. Gelap. Beberapa mahasiswi menjerit ketakutan–semakin keras. Akhirnya kuliah pun diakhiri–tanpa post test seperti biasa 😀 .

Setelah menandatangani absensi, masing-masing mahasiswa keluar dari ruang kelas yang gelap. Di luar, guntur semakin terdengar jelas dan angin bertiup sangat kencang, tak diragukan bisa merobohkan pepohonan. Rencana untuk segera pulang dan menyelesaikan tugas Psikologi Sosial pun tertunda.

Duduk dan menanti. Aku dan kawan-kawan hanya duduk dan menanti hujan mereda, atau lebih baik lagi apabila hujan benar-benar berhenti. Perutku meraung-raung meminta diisi selain angin. Aku mencoba menikmati sensasi hujan–seperti yang biasa kulakukan dulu–tetapi kini tak terasa lagi.

Kira-kira pukul 6 sore hujan hanya menyisakan rintik-rintik air dan aku memutuskan untuk pulang ke rumah saat itu juga. Mengenakan helm yang basah karena tak sempat terselamatkan dari keganasan hujan, aku pun melaju bersama motorku membelah jalanan.

Syok. Aku merasa syok ketika telah melintas ke luar universitas. Aku disambut oleh tangan-tangan dingin air hujan yang menggenangi jalanan. Aku tahu…aku tahu aku pasti menghadapi jalanan banjir, tetapi aku tak menyangka seketika itu juga aku menghadapinya. Apalagi airnya begitu tinggi. Jujur, aku belum pernah melintasi jalanan sekitar universitasku saat banjir seperti ini (ya iyalaaa..ngapain juga jauh-jauh ke Dharmawangsa waktu banjir??).

Mau tak mau aku melintas dengan amat perlahan, dengan kecepatan kurang dari 20 km/h, karena banjir, karena macet, karena tidak berani menciptakan keributan yang tak berarti (baca: diomelin orang gara” nyipratin air karena ngebut), dan terutama….karena BONEK.

Ya…BONEK. Bonek sepertinya sedang bersuka cita di saat yang sangat amat tidak tepat, dan itu membuatku semakin membenci mereka yang gemar membuat onar di jalanan. Tetapi aku pun bersyukur atas banjir ini, karenanya BONEK-BONEK itu tidak banyak berulah, bahkan banyak di antara mereka berhenti di pinggir jalan karena motor mereka mogok.

Lupakan perihal BONEK.
Perjalanan dari universitas menuju rumahku yang biasanya kutempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit, saat ini telah kutempuh dalam waktu 2 kali lipat. Sungguh banjir mengalahkan segalanya.

Tanganku nyaris mati rasa karena kedinginan dan keberatan menahan beban motor yang tak jarang terempas sapuan air dari kendaraan lain. Handphone-ku terus berdering karena seorang dengan nomor tak kukenal menelefon, dan juga terus-menerus bergetar karena 6 sms memenuhi inbox, di mana 2 di antaranya berasal dari kakak-kakak baik hati yang mengingatkanku akan banjir, macet, dan bonek. Terima kasih…Anda sekalian sudah berbaik hati mengingatkanku. Tetapi amat sangat disayangkan..peringatan tersebut sungguhlah terlambat karena saat itu aku telah hampir mencapai rumah.

Membaca kembali sms tersebut semakin membuatku tidak peduli akan peringatan tersebut..

kalo mau pulang ati2. Banjir meradang di mana2. Ngagel bisa macet lama. AWAS ada BONEK.Plg agak malam gpp.

hhmm…pulang agak malam tidak masalah. Ya…bagi mereka tidak masalah…tetapi bagiku masalah besar, karena tugas Psikologi Sosial harus kuselesaikan malam ini juga pukul 9.
Aku pun pulang dengan hidung yang bersin tiada akhir.

(happened on Wednesday, December 16, 2009)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: