Kisah Dua Cecunguk Buta Arah

Sunday, Februari 7, 2010

Waaaaaahh…lama sekali aku nggak blogging, kangen juga. Apalagi otakku juga kayaknya kelewat lama ‘mati’ gara-gara nggak nulis apapun sejak beberapa bulan lalu….hwahh >.<

Hhmm…sebelum mulai cerita, aku mau mutusin dulu gaya penulisan kali ini. Biar nulisnya nggak lama-lama amat, jadi aku nulis pake bahasa yang santai aja, hehe (maleeees~) 😛 .

Jadi, ceritanya hari ini Kuma mau ke Catz, tempat penyewaan anime n dorama di daerah Kebraon. Dan seperti biasa, aku pun diseretnya ke dalam ‘dunia sesat’-nya karena aku juga tertarik sama hal-hal seperti itu meskipun nggak update anime maupun dorama. Tapi yang menegangkan kali ini adalah—kalo biasanya kami pergi ke mana-mana mengandalkan angkot, naik-turun angkot dengan tenang karena arahnya udah jelas, kalopun nyasar bisa tanya sama sopirnya—sekarang kami menaiki motor!

Ya, aku ngebonceng Kuma, karena aku udah bisa nyetir dengan lebih baik ketimbang dulu n udah punya SIM juga meskipun…….dari dulu sampe sekarang tetep aja, aku nggak hafal jalan meskipun aku udah pernah lewat sana.. -.-a

Jadi, bermodal nekat n berdasarkan peta rolak-lurus-pertigaan ke arah Gunungsari lurus terus-kuburan kecil lurus terus-kuburan besar lurus terus-ruko lurus-taman belok kanan-Indomaret belok kiri-lurus-belok kanan-lurus-belok kiri dari seorang teman bernama Linda yang notabene udah lumayan sering ke Catz, berangkatlah kami menuju tempat yang bagaikan surga itu (uwooooo~) 😀 .

Perjalanan dimulai dari rumah Kuma, berlanjut ke Rolak, terus ngelewatin pertigaan-yang-kalo-belok-kanan-ke arah-Gunungsari, terus…..terus….terus….kuburan kecil…teruuuuss…….

“Mana kuburan besarnya???”

Aku n Kuma sama-sama bingung. sepanjang jalan yang kami lewatin, nggak keliatan sama sekali yang namanya kuburan besar. Akhirnya aku mutusin buat jalan terus. Pelan-pelan….teruss…..

”Kum…Linda kemaren bilang ada pom bensin nggak?” tanyaku. Aku udah mulai ragu sama jalan yang kami lewatin sejauh ini. Pasalnya, kami sama sekali nggak liat kuburan besar, ruko, taman….OMG, kayaknya kami kesasar. Great. Dua cecunguk buta arah kini tersesat di kota sendiri tanpa pemandu.

”…nggg….kayaknya nggak deh, Be’,” jawab Kuma.

Oke, aku pun mutusin buat terus jalan. Nggak lama setelah ngelewatin pom bensin…..traffic light. Traffic light?? Seingatku, Linda nggak nyebutin soal traffic light. Nggak mungkin dia lupa nyebutin, secara tuh traffic light cuman satu-satunya setelah pertigaan ke arah Gunungsari. Aku udah mau berhenti, tapi gila aja berhenti di traffic light, emangnya mau dihajar massa. Akhirnya aku pun jalan terus sedikit, sampe akhirnya aku bener-bener berhenti setelah liat plat gede penunjuk arah bertuliskan: GRESIK—DRIYOREJO.

”Tanya Linda lagi aja….ato Usek-Usek?” kata Kuma, ngerekomendasiin seorang adik kelas yang seangkatan dengan kami karena dia anak Akselerasi. Kebetulan si Usek-Usek ini juga tau Catz, karena seingatku rumahnya juga di Kebraon.

”….mmm….Usek-Usek aja, telfonen gih,” jawabku sambil nyodorin hp-ku ke Kuma, karena dia (seperti biasa) nggak punya pulsa.

”Emohh…kamu aja yang telfon, Be’…,” tolak Kuma keberatan.

”…sama aja, kamu ato aku ya nggak tau jalan, wis ta…,” ujarku agak maksa.

Tapi Kuma kayaknya masih keberatan, jadi aku minta Kuma sms dia aja, terus miss call biar balesnya nggak lama-lama amat. Di-miss call nggak diangkat-angkat, sampe aku cuekin bentar, eh tau-tau diangkat sama Usek-Usek. Ah sial. Kumatiin telfonnya, berharap Usek-Usek bales sms dengan segera. Tapi daripada nunggu balesan Usek-Usek, nggak ada salahnya tanya Linda juga. Akhirnya aku pun sms Linda juga.

Sementara nungguin balesan 2 anak itu, ada sebuah sms masuk dari sebuah nomer tak kukenal yang nanyain temen kampus yang jual pulsa. Aku bales n nggak lupa tanya siapa dia. Dibalesnya kalo dia itu Dian, n dia tanya lagi nomer temenku yang jual pulsa itu. Dian? Dian siapa? Mbak Dian tetangga? Tapi mbak Dian ’kan nggak manggil ’Nobe’? Pikirku bingung. Kukasih tau nomer temenku n sekali lagi aku tanya, Dian siapa? Dibalesnya kalo dia itu temen kampus.

Haaahh….onegaishimasu….jawabanmu sama sekali nggak menjawab pertanyaanku, kawan…. :3

Sudahlah, lupakan soal Dian. Sekarang kami masih tersesat n lagi cari penunjuk jalan. Hah…untunglah nggak lama kemudian Linda bales sms, di mana itu, Be’? Puter balik aja. Ntar ada kuburan besar, belok.

Di manakah kuburan besar itu?? Ah sud lah, daripada sms nggak selese-selese, kami pun coba tanya sama seorang bapak yang lagi duduk (kalo nggak salah) di depan bengkel di pinggir jalan. Ditunjukkanlah oleh bapak baik hati itu jalan menuju Kebraon Tengah yang ternyata nggak jauh dari tempat bapak itu berada. Dengan lega n beribu terima kasih kepada bapak itu, kami pun melanjutkan perjalanan panjang ini. Katanya abis pom bensin belok kiri, jadi nggak lama kami nemuin jalannya langsung aja masuk. N perasaanku jadi sedikit lebih tenang ketimbang sebelumnya.

Tapi perjalanan belum berakhir, kami belum nemuin Catz. Btw, di sebelah pom bensin itu ternyata ada kuburan, n kayaknya kuburan itulah yang dimaksud Linda. Sial, perasaan tadi nggak keliatan deh tuh kuburan. Mungkin karena perhatianku disita sama polisi cepek yang sewaktu-waktu bisa aja kutabrak (haduh anarki~).

Kami lurus terus, sampe akhirnya kami liat……ruko!! ada RUKOOOO~!! Dalem hati aku kegirangan setengah idup, karena akhirnya bisa ngeliat yang namanya ruko. N kayaknya kami nggak nyasar lagi, karena di deketnya ada taman n Indomaret…hah yokatta~!!

…nngg….Indomaret? Bukannya seharusnya taman belok kanan, terus ada Indomaret belok kiri? Tapi ini kok…….taman sama Indomaretnya deket banget?? Ah ya sudahlah, kami lewat gang sebelah…sebelah mana ya? Aku lupa lewat gang sebelah ruko ato Indomaret, pokoknya abis itu kami mulai bingung lagi karena cuman nemuin Kebraon Tengah dengan gang-gang bernomer ganjil, padahal Catz ada di gang 4 (aku sampe hafal alamatnya deh~). Tapi karena yakin Catz udah nggak jauh, maka kami pun jalan terus sampe akhirnya tanya lagi sama bapak penjual pentol (andai nggak kesasar, mungkin aku mutusin buat beli pentolnya, haha 😛 ). Setelah dapet arah dari bapak penjual pentol, kami pun jalan lagi n………….yatta! We got it!! Yaiiiyy…akhirnya kami nyampe di Catz!!

Di dalem Catz, ada seorang kakek yang notabene adalah ayah dari pendiri persewaan tersebut yang lucu banget. Beliau cerita nggak ada abisnya, jadi meskipun nggak ada Kuma yang berisik pun kayaknya aku betah-betah aja di sana, hehe 😛 . Cerita-cerita sama sang kakek sambil milih-milih anime n beberapa dorama, tiba-tiba datanglah 2 mas-mas yang dari cara bicaranya ke pemilik persewaan (yang selama kira-kira 2 ato 3 jam di sana kami ketahui namanya adalah mas Victor) kayaknya udah langganan setia.

Awalnya aku ma Kuma n mas-mas itu bersikap biasa aja berhubung nggak saling kenal. Tapi kelamaan di sana, apalagi di tempat para orang-orang berhobi sejenis, lama-lama kami pun ngobrol sambil ketawa-ketiwi. Obrolan ngalor-ngidul itu pun berbuah indah….sangat indah…serasa di surga….karena, salah seorang mas itu dengan baiknya mempersilakan Kuma meng-copy anime-anime yang ada di harddisknya sebanyak yang Kuma mau!! Uwaaaaaaaawwww….sugoi~!! XD

Abis ngopy anime-anime dari mas-yang-dikenal-secara-singkat itu berakhir n sebelumnya dapet bonus gratis Energen panas dari sang kakek (uwaaaaahhh kakeknya guanteng deh! Meskipun aku nggak terlalu suka Energen, hehe), kami pun akhirnya pulang karena udah mau ujan. N rencana maen ke rumah Linda pun batal ngeliat langit yang nggak mendukung buat nyasar lagi.

*Pesan: jangan takut mencoba hal baru (nyasar di daerah yang belum pernah dijajah), karena tantangan berbuah manis (ngopy anime gratis bejibun), haha! 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: