Thursday Disaster

Kamis, 8 April 2010

Mengenaskan memang jika di pagi hari—di saat seharusnya tubuh kita terasa segar, stamina tinggi dan semangat membara untuk melakukan segala macam aktivitas—kita malah mengalami gangguan kecil seperti sakit perut dan mata yang dipaksakan untuk terbuka lebar. Akibatnya, kegiatan di pagi hari pun berantakan karena kurang berkonsentrasi.

Ya, inilah yang terjadi padaku pada hari Kamis.

Usai sarapan, perutku terasa sakit. Biasa, penyakit pagi. Tetapi melihat jarum panjang jam dinding di rumahku (yang sengaja diatur lebih cepat kira-kira 15 menit) sudah menunjuk pada angka 9 dan jarum pendeknya sudah dekat sekali dengan angka 7, maka aku mengabaikan perutku dan segera berangkat menuju kampus. Apalagi mengingat bahwa hari ini aku harus membawa serta seorang anak manusia bernama Kuma, sepertinya terlalu riskan jika aku mengebut dalam perjalanan (pelan aja udah hampir nyium pantat bemo, gimana mau ngebut?).

Setelah melewati perjalanan panjang dan berliku, akhirnya tibalah kami di kampus tercinta dan segera setelah menurunkan Kuma di depan Fakultas Psikologi, aku meluncur menuju fakultasku sendiri. Di parkiran, aku bertemu dengan Mey, seorang teman yang cukup dekat dan sejurusan denganku. Kami berdua pun segera berlari menuju kelas karena ternyata kami sudah terlambat beberapa menit dan dosen sudah berada di kelas. Tiba di kelas, ternyata sama seperti kuliah Kamis sebelumnya, kelas dibagi menjadi 4 tipe yang sejenis dengan pembagian tipe sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Aku sendiri termasuk ke dalam tipe………tebak  saja sendiri ^^.

Dan bencana pun dimulai.

Aku duduk di sebuah bangku di deretan yang hampir paling belakang dan saat itulah perutku mulai beraksi. Karena kuliah dosenku yang bernama Pak Yan Yan itu cukup menyenangkan, jadi aku masih bisa memahaminya. Tetapi waktu terus berjalan dan bencana ini tak kunjung berakhir. Untungnya perutku masih bisa menahan diri, jadi aku tetap bertahan di kelas sampai kuliah selesai.

Ada suatu kali ketika Pak Yan Yan memutarkan sebuah video di mana seorang balita berhadapan dengan seekor ular kobra dan berusaha memegang ular itu. Si bayi tengkurap tepat di depan ular tersebut, berjarak tak lebih dari 100 cm. Kalau aku tidak salah ingat, si bayi berusaha 3 kali memegang ular kobra itu, dan 3 kali pula ia dipatok. Sekali ia menyetuhnya, dipatoklah ia oleh si ular, dan hampir semua mahasiswi di kelasku menjerit ketakutan. Memegang lagi, dipatok lagi, mahasiswi menjerit lagi, dan aku memandangi video tersebut dan mereka dengan tatapan datar. Ya, aku sama sekali tidak merasa khawatir ketika si bayi dipatok ular. Mungkin beda reaksi jika Suki-lah yang dipatok ular tersebut, hehe.

Kemudian si bayi mencoba kembali memegang si ular, kali ini ia memgang ekornya. Dan seperti sebelumnya, lagi-lagi ia dipatok, lagi-lagi mahasiswi menjerit, dan lagi-lagi aku melihat video tersebut dengan tatapan plain. Lalu si bayi merangkak seperti tentara mendekati ular kobra itu sehingga jarak di antara mereka mungkin hanya sekitar 10-30 cm, dan si bayi……..ngeekk. Ia berhasil mendapatkan ular tersebut dengan memegang lehernya erat-erat! Tetapi tentu saja si ular tidak tinggal diam, ia malah membelit kepala bayi tersebut. Dan sedikit reaksi yang berbeda pun muncul: mahasiswi mejerit semakin keras dan aku tertawa!

Ha-ha-ha. Beberapa menit kemudian aku tersadar: bagian mana dari akhir video tersebut yang lucu?? Entahlah, mungkin hanya Tuhan yang tahu mengapa aku malah tertawa di saat seperti itu, karena bahkan aku tidak ingat mengapa aku tertawa *garuk-garuk kepala*.

Usai kuliah tersebut, aku tidak merasakan sakit perut itu lagi.

Sudah sembuh?? Hhmm…entahlah, tetapi mungkin hanya sementara menghilang saja. Keluar kelas, aku, Mey, Roii dan Mizela langsung menuju kantin untuk mengisi perut, kemudian mengikuti seminar yang diadakan di gedung C FISIP tanpa Mizela karena ia harus mempersiapkan acara Malam Wisudawan yang akan berlangsung Kamis malam ini.

Seminar dari Yamaha ini menghadirkan Melly Goeslaw sebagai guest speaker-nya, tetapi sayang ia tidak menyanyikan lagu karena suaranya sedang serak. Kami berempat—ditambah dengan Amanda, duduk dengan tenang menikmati kue gratis dan dinginnya udara yang berhembus dari AC di ruang seminar. Setelah sesi tanya jawab dengan Melly Goeslaw berakhir, dilakukan pengundian doorprize, dan tak disangka….nomorku-lah yang dipanggil! Tetapi karena aku malu untuk maju ke depan, Roii pun mengambil hadiahnya yang berupa handphone Nokia 1202 yang diserahkan langsung oleh Melly, dan kemudian Roii memberikannya kepadaku. Senang? Hhmm…entahlah, tetapi mungkin aku lebih senang jika mendapatkan MP3 player, hehe 😛 .

Setelah seminar berakhir, kami bersiap untuk kuliah selanjutnya, yakni Sistem Hukum Indonesia(SHI).

Kuliah apakah itu? Entahlah, yang jelas aku sudah merasa ngeri sewaktu mengetahui bahwa kami wajib mengambil mata kuliah tersebut TnT.

Pada saat seminar tadi, Juwita memintaku untuk mengabsenkannya alias TA di kuliah SHI. Sebenarnya dosen SHI ini—yang juga merupakan dosen Pengantar Antropologi kami semester lalu—sudah mewanti-wanti agar tidak TA, karena jika ketahuan tidak akan diizinkan mengikuti ujian. Tetapi karena kelas SHI ini berisi hampir 200 orang, maka kupikir dosen tersebut tidak akan mengabsen kami satu persatu. Dan akupun mengabsenkan Juwita.

Tetapi aku salah. Sepertinya hari ini daya konsentrasiku benar-benar buruk. Aku tidak memperhatikan bahwa kelas hari ini hanya terisi separuh dari biasanya, dan…….ternyata sudah ada yang mengabsenkan Juwita sebelum aku. Dan parahnya lagi, ternyata aku menandatangani presensi (absen untukku sendiri) di minggu berikutnya, bukan di minggu ini. Dan lebih buruk lagi………..dosen SHI hari ini mengabsen kami semua!

O-o-o…dosen tersebut panen besar, banyak sekali mahasiswa yang TA, dan terungkaplah TA Juwita yang dobel. Haishh…dasar sial. Pelajaran yang kudapat dari hal ini: jangan pernah mengabsenkan orang lain—bahkan meskipun teman tersebut sampai bersujud sembah mencium kakimu, kecuali jika dosennya benar-benar menyatakan dengan jelas bahwa beliau memperbolehkan untuk TA (kayak dosen Psikologi Sosial waktu semester 1, hoho).

Akhirnya tiba waktunya untuk pulang.

Karena berangkat membawa anak orang, maka pulang pun aku kembali membawanya. Membonceng Kuma di belakangku dengan kondisi yang masih sedikit syok dengan masalah TA tadi, sekaligus bibit kantuk yang mulai tumbuh, sebenarnya membuatku sedikit takut. Tetapi ya sudahlah, daripada Kuma pulang bersama sopir bemo yang mungkin saja kembali menurunkannya di Taman Makam Pahlawan Ngagel (huaahahahahahahhaahah!!).

Karena bahan bakar motorku sudah mendekati titik penghabisannya, aku memutuskan untuk mengisinya. Tetapi otakku lagi-lagi tidak bekerja dengan baik. Setelah mengatakan kepada mas yang hendak mengisikan bensin ke motorku, ternyata aku lupa…..aku lupa membuka tangki bensinku! Ha-ha-ha, pantas saja orang tersebut melihatku dengan tatapan yang tidak mengenakkan hati. Haduh, maafkan saya, mas, sumpah saya nggak sengaja bikin mas ngebukain tutup tangki saya….

Advertisements

4 responses to this post.

  1. aku tau.. sensei pasti tipe komunis 😛

    disasterpun tetep lucky ya
    kalo gak seneng hapenya boleh dioper ke aku deh.. hehehe

    Reply

    • Posted by Jiyuu on June 16, 2010 at 10:33 am

      …? Tipe komunis itu apaan? 🙄
      hoho…hape-nya sudah di tangan ibuQ..meskipun g berguna juga, masa hape sering ditinggal di rumah, kalo g gitu ya ditaruh tas, jadi gtw kalo ada sms ato telfon…zzzz 😕

      Reply

  2. Posted by tika izza :p on June 15, 2010 at 8:18 pm

    dasar tipe 3, garing tanpa reaksi…
    ehm, btw, terus itu absen SHI apa kabar?

    Reply

    • Posted by Jiyuu on June 16, 2010 at 10:35 am

      gpp garing, kan renyah” kayak krupuk… 😛 (g nyambung)
      yg dipanggil cuman yg di-TA-in..tapi berhubung waktu itu aQ absennya kelewat 1 kolom, jadi ya hari itu aQ dianggep tiada…. 😥 , mau bilang ke ibunya tapi males… 😛

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: