nggak penting! Suer!

Sebelumnya saya ingin memberikan peringatan kepada siapapun yang hendak membaca postingan yang satu ini. Karena yang satu ini sama sekali tidak berisi cerita-cerita tentang kejadian bodoh seperti biasanya, melainkan hanya berisi curahan hati saya semata, ada baiknya jika Anda sekalian melewati postingan ini. Tetapi jika Anda tetap bersikukuh untuk membaca ini, saya pun tidak akan melarang.

Haaaaaahh…..

Maaf kalau awalannya seperti ini, saya benar-benar sedang pusing karena dikelilingi berbagai macam masalah, dan beberapa masalah sebenarnya saya sendirilah yang menciptakannya (hobi kok ya bikin masalah, kurang kerjaan banget) (saking pusingnya, saat ini saya sampai memakan nasi menggunakan sumpit dengan tangan kiri dan dengan cara memegang yang tidak lazim). Rasanya di bulan ini benar-benar gudangnya masalah, masalah satu belum selesai, bertambah lagi masalah baru. Bulan ini mungkin bisa saya katakan sebagai kebalikan dari bulan Ramadhan yang disebut dengan bulan penuh berkah; bulan ini adalah bulan penuh musibah. Mulai dari masalah kecil sampai masalah yang benar-benar bisa disebut musibah bertumpah-ruah di bulan ini. Jadi, kalau ada nominasi bulan terburuk, saya dengan yakin akan menghibahkan penghargaan tersebut kepada bulan Juni tahun ini.

Memalukan rasanya jika hendak curhat masalah seperti ini ke orang lain, dan lagipula kalau cerita langsung pasti jadinya semrawut, ada bagian yang selalu terlewatkan oleh saya untuk diceritakan. Dan saya pun pada akhirnya hanya bisa menuliskan segala unek-unek saya. Setidaknya seperti ini pun sudah bisa mengurangi beban batin saya, meskipun bagaimanapun juga akan lebih baik jika masalahnyalah yang terselesaikan.

Jadi, to the point saja, masalah-masalah yang saya alami saat ini adalah:

  1. tugas Sistem Hukum Indonesia (SHI) dan UAS (Terkom especially)

Ya, saya benar-benar merasa gila dengan mata kuliah-mata kuliah yang saya ambil semester ini. Hampir semua membebani pikiran saya. Yang ini selalu ada tugas. Yang ini dan itu sama sekali tidak saya pahami. Yang itu dan itu…..haaahh, rasanya saya benar-benar ingin kabur dari tempat itu.

Tugas SHI ini benar-benar tidak saya mengerti bagaimana mengerjakannya, terutama dikarenakan saya tidak menyukai masalah-masalah hukum. Dan lebih tidak saya mengerti adalah mengapa ada mata kuliah berbau hukum yang menjadi mata kuliah wajib di fakultas saya?

Kedua, dan seperti biasa, masalah saya semester ini adalah mata kuliah terkom. Buku berbahasa Inggris dengan bahasan yang berat bagi saya, dan ditambah lagi ujiannya bersifat lisan. Saya benar-benar benci ujian lisan. Andai diizinkan memilih, saya lebih  suka ujian tulis seorang diri di sebuah ruang dengan penjagaan super ketat (pakai CCTV pun saya rela) daripada harus ujian LISAN.

2. adik saya terjangkit demam berdarah

    saya memiliki seorang adik kandung laki-laki berusia hampir 17 tahun yang sejak hari Senin lalu mau tidak mau harus diopname di rumah sakit. Yah, tidak mengherankan juga jika ia lebih sering sakit daripada saya. Dia memang gemar berolahraga (basket dan futsal), tetapi pola makan dan tidurnya jauh lebih tidak teratur dibandingkan saya. Banyak kegiatan, tetapi sulit sekali untuk sekedar menyuapkan nasi ke dalam mulut. Suka bermain game hingga larut malam.

    Kedua orang tua saya pun mesti bolak-balik ke rumah sakit, bergantian menjaga adik saya karena kedua orang tua saya sama-sama bekerja. Bapak saya saja sampai rela cuti demi menjaga anak menyebalkan itu. Untung dia dirawat di rumah sakit tempat ibu bekerja, jadi setidaknya sedikit meringankan penjagaan karena ibu bisa menjaganya setiap saat.

    3. saudari sepupu saya (juga) terserang demam berdarah

      berita ini baru kami dapat pagi tadi. Wahh…saat ini sedang musim kah demam berdarah? Keluarga saya bingung juga kapan hendak menjenguk saudari sepupu saya ini. Yah setidaknya dia juga bertempat tinggal di Surabaya, tidak jauh lah. Tetapi akan lebih baik jika semua menjaga kesehatan.

      4. saudari sepupu saya (lagi) meninggal dunia

        yang ini benar-benar bisa disebnut sebagai berita duka. Seorang sepupu perempuan saya yang tinggal di…..oke, saya tidak tahu di mana tinggalnya, yang jelas masih di Jawa Timur juga, meninggal tadi malam sekitar pukul 9. Saya lupa sakit apa dia, tetapi yang jelas sakitnya sudah cukup lama (dan kalau saya tidak salah ingat, sepertinya saudari sepupu saya itu sakit jantung). Masih kecil sekali, kira-kira 5-7 tahun usianya.

        Keluarga saya semakin kebingungan dengan berita ini, ”Siapa yang jenguk sepupu yang terserang DB? Siapa yang nyelawat sepupu yang meninggal?” Tetapi tidak peduli bagaimana jadinya, yang jelas kami sekeluarga mendoakan  semoga almarhumah diterima di sisi-Nya dan keluarganya diberikan ketabahan.

        5. membuat kostum dalam 3 minggu

          dan inilah yang membuat saya semakin pusing tujuh keliling. Saya tergabung dalam sebuah kelompok (maaf ya, saya rahasiakan ini, tapi ini bukan kelompok illegal kok) untuk mengikuti suatu kompetisi yang dilangsungkan pertengahan Juli mendatang. Dalam mengikuti kompetisi ini kami harus memiliki anggota setidaknya 20 orang dan kostum yang berbeda dari kelompok lain. Hebatnya (atau gila?) kelompok kami adalah, anggota kami bahkan belum mencapai 20 orang, dan kami belum menemukan penjahit yang bisa menjahitkan kostum yang kami desain sendiri dengan harga yang relatif murah (namanya juga kostum, jadi desainnya agak rumit), dan berita yang lebih buruk adalah, waktu kami kurang 3 MINGGU lagi!

          Hebat, bukan? Bukan. Saat ini kami semua sedang berusaha mati-matian mencari anggota baru dan penjahit. Doakan kami, ya…. 😥

          Sebenarnya saya ingin lari dari 1 poin yang paling utama (tak perlu saya sebutkan karena bisa mengakibatkan pembunuhan massal terhadap saya), tetapi mempertimbangkan faktor finansial keluarga yang serig dikeluhkan oleh ibu, saya pun mengurungkan niat. Saya menyesal karena terlambatnya kemunculan film ’3 Idiots’ di hadapan saya. Andaikata film tersebut saya lihat ketika saya masih kelas 3 SMA, saya tidak akan ragu melakukan apa yang ingin saya lakukan. Andaikata saya lebih berani dan percaya diri, saya tidak akan menyesal seperti saat ini. Andaikata saya memiliki uang yang banyak, saya tidak akan berada di sana saat ini. Dan andaikata saya tidak memiliki keluarga, teman, atau cita-cita, mungkin……ya begitulah.

          Advertisements

          2 responses to this post.

          1. sabar ya bek.. :O

            tapi akirnya kamu berhasil melewatkan semua rintangan ituu!!!

            semangka!!! Eh semangat!! 😛

            Reply

          Leave a Reply

          Fill in your details below or click an icon to log in:

          WordPress.com Logo

          You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

          Twitter picture

          You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

          Facebook photo

          You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

          Google+ photo

          You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

          Connecting to %s

          %d bloggers like this: