Sepiring Nasi Nina

Nina menyingkirkan piring makannya dari hadapannya. Masih tersisa setengah bagian piring nasi dan lauknya. Nina segera meneguk air putih kemudian beranjak dari meja makan.

”Nina, mau ke mana kau? Makananmu belum habis!” bentak mama Nina.
”Udah kenyang, ma,” jawab Nina tanpa melihat mamanya dan berjalan ke kamarnya.
”Anak itu, selalu saja,” keluh mama Nina.

 

”Tok tok tok!”
Seseorang mengetuk pintu kamar Nina. Karena tak ada jawaban dari Nina, orang itu pun membuka pintu. Ternyata papa Nina.
”Nin, besok Minggu ikut papa jalan-jalan yuk,” ajak papanya.
”Ke mana?”
”Rahasia, pokoknya kamu harus ikut,” jawab papa Nina sambil tersenyum.
”Ya udah deh,” kata Nina sambil mengerutkan dahi.

 

Sudah dua jam lebih Nina meninggalkan Surabaya dengan papanya tanpa tahu tujuan dari perjalanannya. Setiap ditanya, papanya selalu mengalihkan pembicaraan.

”Masih lama, pa?” tanya Nina mulai bosan.
”Sebentar lagi,” jawab papanya.

Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Nina dan papanya berhenti di sebuah tanah lapang. Nina melihat sekelilingnya dan ia sadar tempat itu asing baginya.

“Pa, ini di mana?” tanya Nina bingung.
“Ayo turun, kita harus jalan kaki biar bisa ke rumah budhemu,” jawab papanya singkat.
“Budhe?”
“Iya, nanti juga tahu. Ayo,” ajak papa Nina.

Nina dan papanya berjalan sekitar 10 menit melewati tanah yang sedikit becek sampai akhirnya tiba di rumah budhenya. Rumahnya dapat dikatakan sangat sederhana, ukurannya tak lebih dari setengah besarnya rumah Nina. Mereka disambut dengan ramah oleh budhe Nina dan keluarganya. Ada tiga orang anak, yang paling tua kira-kira seumuran Nina yang masih SMU dan dua anak masih SMP.

“Oh, ini Nina? Wah sudah besar ya, dulu masih bayi waktu budhe ketemu. Jadi pasti nggak inget budhe ya,” kata budhenya sambil memelukku dengan erat dan tertawa ramah.

Matahari sudah berada tepat di atas kepala dan budhe menawari kami makan siang. Hanya ada sedikit nasi, telur, dan sambal.

“Coba sebelum ke sini bilang-bilang dulu, pasti budhe siapin banyak makanan,” ujar budhe Nina.
“Wah nggak usah repot-repot, tadi juga tiba-tiba kepikiran mau main ke sini kok, mbak,” kata papa Nina berbohong.
“Ya udah, dihabisin ya makannya, kalau kurang tambah lagi aja,” tawar budhe Nina.

Anak-anak budhe Nina makan sangat sedikit dan mereka makan dengan rukun. Sedikit rasa kasihan muncul di hati Nina. Porsi makan mereka tidak sebanyak porsi makan Nina di rumah.

Usai makan dan berbincang-bincang sebentar, Nina dan papanya pamit pulang. Sepanjang perjalanan Nina hanya diam memikirkan keadaan keluarga budhenya.

“Kamu lihat kan keluarga budhe?” tanya papa Nina.
Nina mengangguk.
“Terus?”
“Mmm..Nina minta maaf ya, pa, selama ini Nina selalu menyia-nyiakan makanan. Padahal ada orang yang lebih sengsara daripada Nina,” sesal Nina.

Papa Nina tersenyum. “Iya, mungkin kamu tidak merasa bahwa kamu lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain. Makanya mulai sekarang kamu harus bersyukur atas nikmat Tuhan,” tutur papa Nina sambil membelai kepala Nina.

 

Hikmah: Syukurilah sekecil apapun nikmat yang diberikan Tuhan kepadamu.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.

Advertisements

6 responses to this post.

  1. makin disyukuri, makin tambah nikmatnya.. kata pak ustad..

    Reply

  2. Alhamdulillah 🙂
    *bersyukur masih diberi kenikmatan oleh sang maha pencipta

    Reply

  3. mari bersyukurrr

    Reply

  4. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
    Artikel anda akan segera di catat
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

    Reply

  5. Bagus sekali postingan ini…Betul ! Sering kali kita tidak bersyukur dengan apa yg kita punya…Salam…

    Reply

  6. Posted by Jiyuu on January 31, 2011 at 7:53 pm

    terima kasih semuanya 🙂
    sebenarnya cerita ini untuk mengingatkan diri saya sendiri yang kadang masih kurang bisa mensyukuri nikmat Tuhan. Semoga dengan ini saya dan orang-orang yang seperti tokoh Nina bisa mengucap syukur atas rizki-Nya, amin.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: