Kegalauan di Surabaya dan Semedi di Lereng Gunung Lawu

Akhir-akhir ini nggak tau kenapa aku sering ngerasa galau-resah-gelisah-gundah-gulana-entah-kenapa. Penyebab terbesar yang kucurigai adalah masalah tetek bengek kuliah yang tampak gamang. Maka dari itu, waktu bapakku bilang kalo mau ke rumah mbahku di lereng Gunung Lawu, aku langsung ‘nempel’ tanpa ditawari. Meskipun cuman 2 hari 1 malam di sana, hatiku teriak” (oke, lebay), ”Uyee, liburan~! 😀 ”. Aku berangkat sama bapak n mbakku.

 

Hari Selasa, 8 Februari 2011 merupakan hari di mana aku bangun jam 4 pagi n nggak tidur lagi. Berangkat jam 5 pagi-pagi buta (sebenernya aku bingung, pagi buta itu kayak gimana ya? Emang pagi punya mata? 😕 ) ke Stasiun Wonokromo, langit masih biru gelap, lampu-lampu jalan masih nyala, jalanan pun masih sepi-mamring, ternyata nyampe stasiun liat jadwal yang tertera di tiket yang kami dapet, kereta baru berangkat jam 6 pagi. Halah, ngapain buru-buru kalo gitu, ditipu bocah deh (baca: adikku yang sotoy bilang kalo keretanya berangkat jam 5an) 😡 .

 

Tapi nungguin Pasundan selama hampir satu jam rasanya nggak ada penyesalan deh, soalnya selama itu juga aku bisa liat mas-mas cakep yang duduknya agak jauh dari tempatku, hahaha 😆 . Meskipun mata masih merem-melek, n mpe cakar-cakaran dst ma  mbakku (seperti biasa), mataku masih tetep bisa ngeliat orang cakep. Dan bagusnya lagi adalah, ternyata masnya juga naik Pasundan, n masnya duduk di bangku depannya depannya lagi tempat dudukku~ 😆 (pas naik Pasundan dapet jatah tempat duduk). Meskipun nggak bisa liat sepanjang perjalanan, tetep aja deket 😛 . Sepanjang perjalanan, aku nggosipin mas itu sama Kuma lewat sms. Sayang, masnya turun di Stasiun Madiun (ah, coba turunnya bareng~ *ngimpi*). Mungkin masnya udah capek keduten, lidahnya kegigit mpe berdarah-darah, dkk 😆 .

 

Sekitar empat jam perjalanan, aku, bapakku, n mbakku pun turun. Ke rumah mbahku masih perlu naik mini-bus n ojek sekitar 45 menit. Ternyata mpe rumah mbahku…..sepi. Setelah dicari-cari, ternyata ada Mbok Simpen (yang biasa bantu-bantu di rumah mbahku) n beliau bilang kalo mbah lagi di RS. Karena kayaknya masih lama, kami pun makan (karena dari pagi perut belum diisi apapun selain angin), terus main ke kali Klegung yang entah jauh ato nggak dari rumah mbahku (jangan tanya berapa kilometer karena aku nggak pernah bawa meteran kalo ke sana) karena jalan ke sana menurun n nggak rata. Dari kecil, tiap ke rumah mbahku hampir pasti kami (aku n sodara-sodaraku yang lain) main ke sana. Dulu kalinya lebih bersih daripada sekarang (tapi kalo dibandingin ma kali di Surabaya, ya masih jauh lebih bersih). Sempet tidur n main juga ke rumah sodara yang deket dari rumah mbahku, akhirnya mbahku pulang juga.

 

Ah iya, di rumah mbahku ada 2 anak kucing luuuwcuuu :oops ! Yang satu warnanya loreng oranye-putih, satu lagi abu-abu agak item. Tapi kusimpulkan, kucing yang tinggal di pegunungan lebih sadis daripada kucing yang tinggal di perkotaan, setelah liat hasil perilaku semena-mena mereka terhadap headsetnya mbakku. Mereka mainan headset (mungkin karena jarang nemu benda kayak gitu), digigitin, n besok paginya aku n mbakku menemukan fakta: kabel headsetnya nyaris putus! 😯 (warning: jaga barang berharga Anda yang tampaknya menarik bagi kucing di pegunungan)

 

Besoknya, setelah jalan-jalan pagi bentar, naik gunung dikit, terus turun ke rumah sodara (lagi), kami pun pulang. Rasanya nggak rela ninggalin lereng Gunung Lawu yang dingin, tentram, hijau, n yang pasti udah sukses bikin aku lupa sama sekali sama kegalauanku di Surabaya yang kurang jelas asal-usulnya. Ngejar kereta ke Surabaya yang (katanya) berangkat jam setengah 12, kami pun berangkat dari rumah setengah 10 (jaga-jaga kalo di jalan kenapa-kenapa). Kekhawatiran orang tua tampaknya berlebihan, karena ternyata kami nyampe di stasiun jam 10 lebih dikit. N parahnya lagi, ternyata kereta terpagi ke Surabaya udah lewat jam setengah 10 (kereta Sritanjung). N kereta yang kami tunggu, yang kabarnya dateng jam setengah 12, ternyata baru datang satu jam kemudian. Oalah Logawa, rasanya dikau nyaris nggak pernah tepat waktu ya 😐 .

 

Logawa lumayan kosong, n kami pun bisa duduk nyaman. Bapakku duduk di deket 2 mahasiswa asal Jabar yang mau ke Surabaya-entah-ngapain, aku n mbakku duduk deket bapak-ibu yang nggak tau dari mana asalnya n cewek pendiam berjilbab yang naik dari stasiun yang sama dengan kami yang ternyata kuliah juga di Unair, tepatnya Farmasi. Ada juga adik cewek kecil lucu yang namanya Herawati yang suka banget digodain ma mbakku (nah lho, malah suka digodain). Tiap dicolek tangannya ma mbakku, dia pasti ketawa-ketawa. Pengen nyulik deh 😆 .

 

Balik ke mahasiswa asal Jabar. Mas-mas asal Jabar itu sendiri awalnya tanya-tanya soal UK Petra (kayaknya mereka ada perlombaan apa gitu di sana), n akhirnya meluber ngomongin soal politik. Yang banyak omong sih mas yang duduknya di seberangku. Soal Gayus yang kelasnya masih di bawah teri lah, soal cicak yang udah bertransformasi jadi tokek lah, soal Indonesia yang semakin kacau-balau lah, ini-itu. Nggak ada niatan nguping, tapi suara masnya emang keras banget, apalagi posisinya juga deket sama tempat dudukku. Rasanya persemedianku di lereng Gunung Lawu rasanya sia-sia setelah dengerin omongan mas itu. Masa di fakultas sendiri hampir tiap saat denger orang ngomongin hal begituan (kok konotasinya agak geje gini ya?), sekarang liburan puendek pun mesti denger orang ngoceh soal politik juga sih??!? Hassh, kalo ketemu lagi n tetep ngomongin politik, tak lempar kamu dari kereta api, mas 👿 .

Advertisements

2 responses to this post.

  1. kata GALAU ngetren banget buat kalian semua anak uner?
    emang yg bikin ngetren sapa sih? di 3 posting terakhir aja tiada satupun judul tanpa kata galau 😆

    Reply

    • Posted by Jiyuu on February 13, 2011 at 8:34 am

      hahaha…gtw ya, mungkin lebih tepatnya ngetren di kalangan anak fakultas Psikologi (tanya Kuma 😆 ) yang menular kepada siapapun yang mendekat..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: