Segumpal Kapas

Nyaaa…aku bikin cerpen~! *kesannya kok baru kali ini bikin ๐Ÿ˜• *

Yap, atas request (atau protes?) dari Nyol karena aku sering ngritik cerpennya tapi aku sendiri nggak pernah tampak punya cerpen *tampak ngenes*, maka kubuat cerpen ini~!! ๐Ÿ˜€ *backsound: Balonku Ada Lima*

Maaf sebelumnya kalo cerpen ini nggak tampak bahagia, karena aku emang lebih suka bikin yang sedih gini (plus karena sering merasa kesusahan kalo bikin yang happy ending). Tapi semoga kalian (entah siapa yang kumaksud) berkenan baca. Jangan lupa komentar, kritik, dan saran ya~! ๐Ÿ˜€ *komennya meskipun menohok, mohon pake bahasa yang halus ya ๐Ÿ˜› *

~o~

Tubuhnya terbaring berselimut kain berwarna putih. Diam tak bergerak. Kaku. Dingin. Pucat. Tanpa nafas. Tak ada lagi denyut nadi.

Aku duduk tepat di sisi kanan kepalanya. Kupandangi ia lekat-lekat, berharap tiba-tiba matanya kembali terbuka, atau tampak bahwa ia bernafas kembali, atau sedikit saja gerakan dari jemarinya. Aku berharap ada keajaiban datang. Aku berharap ini hanya mimpi. Atau aku berharap ini hanyalah salah satu dari cerita fiksi kelam yang sering berkemelut dalam otakku. Namun sudah hampir 17 jam ia begini. Ia tak juga bereaksi. Dan sejak kembalinya ia ke rumah, aku terus menemaninya. Aku ingin menjadi orang pertama yang dilihatnya ketika ia kembali terbangun.

Ibu dan bapakku memang kejam. Hidungnya disumpal dengan kapas, mana bisa ia bernafas? Aku sudah berulang kali membuang gumpalan kapas itu, tetapi ibu kembali menutup lubang hidungnya dengan kapas yang baru. Bapak tampak geram melihat kelakuanku, tetapi matanya juga berkaca-kaca entah mengapa. Padahal biasanya bapak pasti langsung memarahiku jika aku melakukan sesuatu yang salah menurutnya. Tetapi kali ini aku yakin aku tidak salah, justru ibu dan bapaklah yang salah karena menutup saluran pernafasannya.

Orang-orang semakin ramai berkumpul di rumahku. Aku benci keramaian. Aku ingin mengusir mereka yang mengerumuninya. Aku benci, dia hanya milikku satu-satunya dan tak boleh seorang pun menatapnya seperti itu. Tatapan mereka hanya membuatku kesal. Beberapa dari mereka melayangkan pandangan yang sama kepadaku, beberapa menepuk bahuku, beberapa mengucapkan sepatah-dua patah kata yang bagiku hanya terdengar seperti basa-basi, dan beberapa melewatiku begitu saja seolah aku tak tampak.

Menyebalkan. Ia hanya tertidur lebih lama daripada biasanya, tetapi tingkah-laku serta ucapan mereka sungguh berlebihan. Aku ingin menghajar mereka, namun aku khawatir ia akan terbangun dan melihat perilakuku yang buruk. Aku kembali berfokus padanya dan mengabaikan mereka.

โ€œSha….,โ€

Seseorang memanggil namaku. Aku menoleh. Keyra. Ia mengenakan gamis warna hitam berbordir bunga-bunga emas dan kerudung hitam yang hanya menggantung di bahunya. Mata dan hidungnya tampak merah, air mata meleleh di pipinya. Di belakangnya: Fahra, Maya, dan Akbar. Tak biasanya mereka datang berkunjung ke rumahku, siapa yang mengundang mereka? Tetapi mereka semua menunjukkan raut wajah yang tak jauh berbeda dengan orang-orang yang datang kemari sebelum mereka. Memuakkan.

Aku mengabaikan mereka. Aku benci. Aku benci. Benci.

โ€œSha….,โ€ panggil Keyra sekali lagi dengan suara yang terdengar seperti menahan tangis.

โ€œDiam. Nanti dia bangun.โ€ kataku dingin.

Keyra mendekat padaku dan memelukku erat-erat. Sial, apa yang dilakukannya? Aku kesulitan bernafas!

โ€œMinggir! Kau mau membunuhku hah??!โ€ pekikku tajam sambil mendorong Keyra.

Seisi ruangan serta-merta mengarahkan pandangan mata kepadaku. Sepi dan lengang mendadak. Ah, aku benci tatapan mereka semua. Sial, mereka pikir aku tontotan gratis??

โ€Sha…sadarlah, Sha…,โ€ ujar Fahra sambil terisak.

Kenapa dia yang menangis? Bodoh.

โ€Sha…ibumu yang memberitahu kami. Kenapa kau tak ceritakan pada kami?โ€ tanya Maya lembut dengan mata berkaca-kaca.

Aku menatapnya. โ€Cerita? Soal apa? Aku tak merasa perlu menceritakan apapun.โ€

โ€Sha…sudahlah, Nira sudah meninggal, Sha. Jangan begini terus..,โ€ kata Keyra.

Aku memelototinya. Darahku serasa berkumpul di kepala.

โ€Kurang ajar kau!! Kau menyumpahinya??! Dia hanya tertidur lebih lama, itu saja! Jangan berkata macam-macam!!โ€ teriakku gusar.

Ah, dia sedang tidur! Aku lupa, tidak seharusnya aku berteriak kencang seperti ini. Tapi tak apa, kupingnya sudah disumbat dengan segumpal kapas, ia tak mungkin dengar.

โ€Sha….,โ€ Akbar membuka suara.

Ia mendekat dan membisikkan sesuatu di telingaku. Hanya satu kalimat berbahasa asing yang keluar dari bibirnya. Namun kalimat itu seringkali kudengar, kutahu juga maknanya. Dan suara Akbar yang halus bahkan begitu bergemuruh sampai ke dadaku. Begitu menusuk hati.

Tiba-tiba nafasku tercekat, dan air mataku pun mengalir begitu saja. Aku tak lagi berusaha keras menahannya seperti yang kulakukan berjam-jam yang lalu. Air mataku mengalir kian deras. Keyra, Fahra, dan Maya langsung memelukku tanpa kuminta, dan aku membiarkan mereka. Aku menatap dirinya yang sedang tertidur di depanku. Tertidur selamanya. Dia, Nira, adikku satu-satunya yang paling kusayangi, kini telah damai kembali dalam pelukan-Nya.

โ€Innalillahi wa inna ilaihi roโ€™jiun….,โ€ gumamku lirih.

~o~

Advertisements

18 responses to this post.

  1. Judul blogmu jadi aneh sensei ๐Ÿ˜• *ga nyambung ya? ๐Ÿ˜›
    HOHOHOHO..akhirnya satu lagi penulis blog yg berhasil aku pengaruhi buat memenuhi hasratku ๐Ÿ˜› bahasanya booook

    baiklah, ini komentar yg sesungguhnya.. Ehem, sebenarnya lebih pantas disebut pertanyaan ๐Ÿ™„
    1. apa penyebab ‘nya’ meninggal?
    2. ‘nya’ apanya Sha?
    3. apa yg dibisikkan Akbar pd Sha?
    4. nama panjang Sha sapa ya? *pertanyaan bonus
    Dalam cerpen sensei yg terlampau singkat ini, banyak tabir yg tak bisa aku sibak *bahasa komentarku halus bukan? ๐Ÿ˜†

    sekedar info: pemenang KUCB udah diumumin sensei ๐Ÿ˜€ buruan lihat!

    Reply

  2. Posted by Jiyuu on February 19, 2011 at 6:33 pm

    hahaha…iya aku bingung kasih judulnya, gitu aja deh jadinya ๐Ÿ˜• (ada ide?)
    jawaban:
    1. terserah pada pembaca mau si ‘nya’ meninggal kenapa ๐Ÿ˜› *sakarepe dhewe*
    2. ini–> “Dia, Nira, adikku satu-satunya yang paling kusayangi, kini telah damai kembali dalam pelukan-Nya.” (‘nya’= Nira)
    3. itu tuh, kalimat penutup cerpenku…”innalillahi wa inna ilaihi ro’jiun.” (biar Sha sadar kalo seharusnya dia ngikhlasin Nira pergi, nggak berharap muluk-muluk gitu)
    4. hmmm….Sha….Dis, Kadas, Kurap? ๐Ÿ˜† *kidding*
    Maunya sih Sasha ๐Ÿ™‚

    wah, udah ya? Okok, makasih infonya ๐Ÿ˜€

    Reply

  3. Hm..Nira toh
    ternyata aku yg kurang teliti bacanya ๐Ÿ˜›

    gimana? menang gak?

    Reply

    • Posted by Jiyuu on February 19, 2011 at 6:55 pm

      hweew~
      aku kasih tebakan: nama bapak-ibunya Sha siapa hayo~? ๐Ÿ˜†

      sayang sekali saya belum beruntung, hoho~

      Reply

      • ini pasti soal jebakan!
        gak disebutin di cerita sensei ๐Ÿ˜ฅ mana aku tau

        kalau namanya Sasha kenapa gak dipanggil Sa? kenapa Sha yg belakang yg dipakai? *memperpanjang komentar biar gak abis2 ๐Ÿ˜›

        *namaku ada? *pasti gak ada juga ๐Ÿ˜ฅ

      • Posted by Jiyuu on February 19, 2011 at 7:15 pm

        hahaha sial nggak kejebak! Huh! ๐Ÿ˜ก *pura-pura ngamuk*

        aigoo…protes aja nih, aku suka panggil ‘Sha’ lho… ๐Ÿ˜› *sekali lagi, sakarepe dhewe*

        iya, namamu juga nggak ada..
        tapi yang menang ceritanya menurutQ bagus kok ๐Ÿ™‚

      • iya ta? aku gak minat baca ๐Ÿ˜›
        yg menang banyak banget soalnya
        *meskipun banyak kategori tetep aja aku gak menang ๐Ÿ˜ฅ

        masih minat ikutan lomba cerpen? kali ini temanya unas ๐Ÿ™‚
        sebelum terlalu bersantai aku mau bilang kalau batas akhir pengumpulannya besok!
        *maaf telat kasih tau ๐Ÿ˜› aku sendiri juga belum bikin, tapi kalau bicara unas sepertinya bikin ceritanya gak perlu lama2 deh (pendapat pribadi, maka dari itu aku sampai lupa ngasih tau ๐Ÿ˜› )

      • Posted by Jiyuu on February 19, 2011 at 7:36 pm

        ah dasar kau, aku cuman baca yang juara 1 sama yg kategori khusus aja kok, haha ๐Ÿ˜› *penasaran apa yg bikin keliatan khusus*
        coba lagi~ ๐Ÿ˜€

        lha kok sadis deadline besok? Errr….ya deh, minta link-nya, hehe ๐Ÿ˜€

      • http://www.facebook.com/note.php?note_id=499543352527
        selamat berkreasi!

        sensei kuma sama temen2 sensei yg lain ajakin juga..sapa tau mereka juga minat ๐Ÿ˜‰

      • Posted by Jiyuu on February 19, 2011 at 7:53 pm

        ….ada 1 cerpen yang kebetulan aku temuin n penulisnya share di note fb (salah cerna aturan). Dan…..wow, detail nian tuh orang nulisnya. Mulai dari tanggal berapa, mpe tanggal berapa. Daya ingatQ minus, apalagi unas udah lewat hampir 2 taun yang lalu. Nggak ikutan deh, daripada otakQ meledak ๐Ÿ˜•

        Jiayou ya, hahahah~ ๐Ÿ˜›

  4. mana sensei manaaaa… aku mau baca ๐Ÿ‘ฟ
    udah tiga kali ngelewatin UAS masa nuangin sedikit kisah aja gak mau coba?
    tapi ngeri juga persyaratannya…minimal 4-5 halaman A4 ๐Ÿ˜•

    Reply

  5. ngeri ii-chan ceprennya..tapi..mancaapp!! ^^d
    kok ndak dikirim ke deteksi lagi? kan lemayan ๐Ÿ˜‰

    Reply

    • Posted by Jiyuu on February 22, 2011 at 2:17 pm

      hoho, arigatou, nee-chan ๐Ÿ˜€
      huuwng…apa nggak kependekan ya kalo dikirim? ๐Ÿ˜ฎ (ini cuman 1 halaman lebih dikit)
      lagian ini karena request temenku…tapi mestinya kukirim baru kuposting di blog juga bisa ya…(ah, bodoh, telat nyadar, haha ๐Ÿ˜› )

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: