Semuanya, Aku Pulang.

Ini terjadi hari Jumat kemarin, 8 April 2011 di PMPM Psikologi (lagi). Waktu itu udah malem, mungkin jam 6 ato 7 gitu. Di ruang operator PMPM ada aku, Kuma, mas Lukboy, Nenek, n mbak Amel. Nah singkatnya, mas Theo yang tadi dari dalem PMPM pun keluar n pamitan pulang.

Asal tau aja, di sini jumlah golongan darahnya (minus golongan darah A) seimbang lho. Kuma n Nenek golongan darah O, mbak Amel n mas Lukboy golongan darah B, sementara aku n mas Theo golongan darah AB. Mungkin dari sini bisa diliat sifat dari masing-masing golongan darah yang ada, meskipun mungkin nggak valid, tentu aja.

Keadaannya waktu itu mbak Amel lagi nunjukin foto ayamnya yang lucu.

 

Mas Theo (AB): semuanya, aku pulang ya.

Nenek (O): liaten ta Kum ayamnya mbak Amel!

Kuma (O): (lagi main game, terus dipanggil Nenek) Hoo aku mau liat!

Mbak Amel (B): (sibuk mamerin foto ayamnya)

Mas Lukboy (B): (sibuk main game, nggak terpengaruh ma sekitar)

Aku (AB): (ngeliat mas Theo, mau nanggepin mas Theo, liat sekitar pada cuek, balik lagi ke novel)

Mas Theo (AB): ……………(keluar ruang operator tanpa nutup pintu)

Mbak Amel (B): heh Theo, tutup pintunya!

Mas Theo (AB): (udah ngilang)

 

Tau nggak kira-kira bedanya dari masing-masing golongan darah? Kalo O tampak begitu gampangnya teralihkan perhatiannya. Dari masalah ini, aku tanya Kuma apa dia tau kalo mas Theo pamit pulang? Ternyata dia bilang kalo sebenernya mau bilang ‘ati-ati di jalan’ n sebangsanya ke mas Theo, tapi karena tiba-tiba dipanggil Nenek karena ada ayam lucu, jadilah Kuma lupa.

Pas kutanya mbak Amel, ni malah lebih parah. Ternyata mbak Amel nggak sadar kalo mas Theo pamitan pulang. Krik krik krik….

Mas Lukboy n Nenek nggak tau deh, karena setelah hari itu belum ketemu lagi.

Dan aku….aku sebenernya sadar sesadar-sadarnya kalo mas Theo pamit pulang. Aku sendiri udah mau bilang ‘ati-ati di jalan’, tapi ngeliat yang lain pada nggak nanggepin mas Theo, aku akhirnya nggak jadi bilang gitu. Ya gimana ya….aku nggak deket, bahkan belum pernah ngobrol ma mas Theo, jadi ngerasa aneh aja kalo tiba-tiba bilang gitu (padahal sebenernya biasa aja ya?). aku ngerasa kesannya kok sok kenal banget sih? Yang lain aja nggak ada yang nanggepin, kenapa aku mesti nanggepin?

Ya…akhirnya mas Theo pun pulang dengan garing. Maaf ya, mas, aku nggak bermaksud nyuekin, tapi ya gitu itu….hehehehe~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: