Lirik Lagu yang NGGAK BANGET

Aku pernah nggak suka lagu gara-gara musiknya yang nggak sesuai di telingaku (telingamu dipakein baju dalam wujud musik, Bek?). Pernah juga sebel sama lagu yang liriknya menurutku nggak berisi. Tapi kali ini aku bener-bener sebel sama satu lirik lagu Indonesia.

Tumben nian aku ndengerin lagu Indonesia? Nggak usah kaget, soalnya di rumahku nggak pagi nggak siang nggak malem, yang namanya radio nyaris nggak pernah mati. Dan sialnya, yang dinyalain mesti radio yang isinya full lagu-lagu Indonesia aja, siaran pun nggak ada. Nggak perlu kusebutin stasiun radionya ya, mungkin pada bisa nebak-nebak deh.

Gara-gara tuh radio, aku jadi aware (kalo iklan disebutnya brand awareness, kalo ini disebut apaan? Song awareness?) sama lagu-lagu Indonesia, tapi resenya juga aku sering nggak tau judul ma penyanyinya….ya sekali lagi gara-gara nggak ada penyiarnya yang berkoar-koar, at least ngasih tau penyanyi n judul lagu yang diputerin (pernah ada sih lagu yang disebutin penyanyi n judulnya, tapi itu cuma rekaman. N kayaknya itu adalah kesempatan langka karena cuma dikasih tau sekali seumur hidup). N lebih spesifik lagi, gara-gara radio itu, aku jadi aware sama satu lagu beraliran Melayu Pop yang entah nama band-nya apa n judul lagunya apa (ngenes banget sih). Kalo lagi di jalan, tiba-tiba denger lagu ini, rasanya pengen nyekik yang muterin ni lagu, ”Bosen idup lu??!?

Pokoknya bagian refrain-nya gini deh:

Aku mencintaimu lebih dari kekasihku

Aku mengharapkanmu lebih dari ini

Aku mencintaimu lebih dari kekasihku

………(lupa lanjutannya)

Jadi….ada yang merasa mengenal lagu ini? Ya sud lah nggak usah disebutin penyanyi n judul lagunya, I am not interested anyway.

Yah, inti lagunya sih dia lebih sayang sama selingkuhannya ketimbang pacarnya sendiri. Si penyanyi sih berharap selingkuhan ini lebih dari sekedar selingkuhan.

Pertanyaannya adalah:

KENAPA NGGAK LU PUTUSIN AJA PACAR LU, TERUS LU PACARAN SAMA SELINGKUHAN LU??!? KALO NGGAK BISA, YA NGGAK USAH SELINGKUH!!!

Geblek amat sih jadi orang. Udah bego, maruk pula. =__________=”

Masih mending ya kalo nyanyi dengan memposisikan diri sebagai selingkuhannya. Jadi, si selingkuhan nggak mau cuma jadi orang kedua (jaah~, bahasaku). Lha ini posisinya sebagai tukang selingkuh. Mana nyanyinya sok melas pula. Tambah nggarai mangkel ae. =________=”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: