Dadah, Ibu~! :D

Udah lama banget ya aku nggak cerita tentang keponakanku yang lucu, imut, dan menyebalkan, haha 😛 . Sebenernya banyak hal yang bisa diceritain, tapi aku mesti lupa. Dan mumpung sekarang ada cerita baru n masih inget, kuceritain deh 😀

Hari ini, tanggal 29 November 2011, di rumahku di atas jam 7 pagi biasanya tinggal aku, bapakku, mbakku si Nopek, n Suki. Si Suki ini meskipun rumahnya ada di Sidoarjo, tapi malah lebih sering tinggal di rumahku sini. Mungkin karena lebih banyak orang yang bisa diajak main (diajak main ato diperbudak? =________=). Dan meskipun Suki nginep di rumahku, ortunya tetep aja tinggal di Sidoarjo. Tapi kalo pagi biasanya ke rumahku n sorenya balik ke Sidoarjo. Demi apaaaaaaa~ 😯 *geleng-geleng*

Nah, Nopek ini tiap Senin mpe Sabtu kerja, masuk jam 9 pagi. Entah ini penyakit menurun ato gimana, meskipun sebenernya udah siap berangkat sebelum waktu yang udah ditentuin (entah kerja, janjian ato apapun), tapi buntut-buntutnya pasti: TELAAAAAAAATT!!

Hari ini Nopek juga gitu. Sebenernya dia bisa berangkat tepat waktu andai dia nggak gulung-gulung dulu di kasur ma Suki n ibunya. Tapi emang kalo nggak berangkat ngebut kurang terasa sensasinya (halah!). Akhirnya pas jarum panjang udah ngelewatin angka 6, Nopek langsung bikin kehebohan, ”AKU TELAAAATT!! 😯 ” >>dari tadi ngapain aja?

Nopek pun siap-siap berangkat sambil dibuntutin si bayi yang menyebalkan itu, mpe akhirnya Suki dipulangkan pada ibunya. Suki pun balik ke kasur n tiduran di sebelah ibunya. Dan karena udah telat, Nopek pun minta dianterin bapakku (karena parkiran di tempat kerjanya pasti antri panjang n bakal bikin tambah telat). Bapakku pun siap-siap nganterin Nopek.

Kembali pada Suki. Sambil tiduran, dia mainan bando punya ibunya. Tuh bando dipake di kaki, n otomatis ditegur ma ibunya, ”Itu dipake di kepala, bukan kaki.” Tapi dasar dianya emang nakal setengah hidup, terus aja diulangi. Dan senjata pamungkas untuk menghentikan si bayi hanyalah, ”Kalo nakal pulang lho ya (ke Sidoarjo)!” (FYI: kalo diancem gitu, biasanya Suki pasti langsung nurut)

Dan yap, Suki pun berhenti mainin bando ibunya. Tapi nggak mpe semenit, diulang lagi. Akhirnya…….

Ibu Suki: Pulang ya sama Bapak Pri (panggilan dari Suki buat bapakku)!

Suki: (unpredictable) Iya! *berseri-seri*

Ibu Suki: Ya udah, Bapak Pri, anterin adek pulang ya~

Suki: (yang tadi tiduran langsung berdiri n jalan ke arah bapakku) Dadah ibu~!! 😀 *melambaikan tangan dengan senang hati* >>ya Tuhan, lucunya~

Wkwk…….padahal niatnya cuma bercanda, malah diseriusin ma Suki! 😆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: