Finding Fathiyah

Di beberapa rumah yang hanya terdapat satu televisi, biasanya pemegang kuasa remote TV adalah orang tua. Setidaknya itulah yang pernah diungkapkan beberapa temanku. Tapi di rumahku, tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan keponakanku yang belum genap berusia tiga tahun.

Hari ini, Selasa, 6 Maret 2012, usai kuliah aku segera pulang karena hari ini hanya satu mata kuliah yang kuambil. Rumahku sepi karena urusan masing-masing. Sekitar pukul 10, kakakku yang sudah menikah dan bertempat tinggal di Sidoarjo datang bersama anaknya diantarkan oleh sang suami.

Turun dari motor, anak kakakku alias keponakanku yang biasa kupanggil Suki itu mengatakan ingin melihat Fathiyah. Fathiyah adalah seorang tokoh dalam sinetron yang ditayangkan di MNCTV setiap sore, yang berpenampilan layaknya tarzan berjenis kelamin perempuan. Suki sering sekali tinggal di rumahku, dan setiap sore nyaris tak pernah absen menonton Fathiyah. Jika acara televisi kesayangannya itu diganti, Suki akan sangat marah dan menangis sekeras mungkin.

Kupikir awalnya ia ingin melihat Fathiyah di televisi, tapi ternyata Suki melihat sosok berpenampilan seperti Fathiyah di perjalanan menuju rumahku. Karena ayahnya hendak bekerja, maka aku pun mengantarnya mencari ’Fathiyah’ bersama kakakku.

Motorku pun melaju menuju TKP di mana Suki melihat ’Fathiyah’, yakni di sekitar jembatan layang di daerah Kebonsari. Sepanjang perjalanan, aku dan kakakku mengira-ngira apa yang dilihat Suki. Lalu tiba-tiba terlintas satu sosok dalam benak kakakku, ”Jangan-jangan orang gila!”

……………………………..eh? Well, bisa jadi. Penampilan lusuh dan tak terawat. Sebenarnya aku malah berpikir bahwa sosok Fathiyah yang dilihat Suki adalah seekor monyet.

Kami pun mencermati setiap sudut jalan demi menemukan sosok ’Fathiyah’ dari jembatan Kebonsari, lanjut ke Jambangan sampai Ketintang Permai. Namun hasilnya nihil.

Karena masih belum menemukan ’Fathiyah’, Suki meminta mencarinya lagi. Great. Kami pun kembali menuju jalan yang sama: jembatan layang Kebonsari.

Melihat sekililing, kami masih belum menemukan apa pun. Akhirnya kami mencoba melewati rute yang sedikit berbeda. Masih melewati Jambangan, tapi kalau sebelumnya kami belok kanan dari perempatan, kali ini kami lurus terlebih dulu, kemudian belok kanan.

Dalam pencarian itu aku berharap agar keponakanku itu tertidur di tengah perjalanan saja. Tapi memang niat buruk tidak akan pernah dikabulkan. Yang terjadi justru aku yang mulai mengantuk. Haaaaah~

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba kakakku memanggil Suki yang melihat ke arah yang berlawanan dengan kakakku. Kakakku mengatakan ia melihat ’Fathiyah’. Aku mengangkat alis dan berpikir, ”Jadi, apakah Fathiyah yang dimaksud kakakku adalah Fathiyah yang sama dengan persepsi keponakanku?”

Karena Suki tak melihatnya, aku pun memutar balik laju motorku. Tapi sial, lagi-lagi keponakanku tak melihat ’Fathiyah’. Aku pun kembali memutar balik arah motorku, berharap penderitaan ini segera berakhir.

Semakin dekat dengan keberadaan ’Fathiyah’, aku memperlambat laju motorku. ”Itu dek, Fathiyah!” seru kakakku sambil mengarahkan pandangan Suki ke tempat ’Fathiyah’ berada.

And guess what? Itu Fathiyah yang dimaksud Suki!

Seorang lelaki berusia sekitar empat sampai lima puluh tahun, kulit sawo matang, penampilan lusuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan rambutnya, yap, ikal, meski tentunya tidak serapi Fathiyah di televisi. Entah orang itu gila atau tidak, yang jelas ia adalah seorang gembel.

Akhirnya, pencarian Fathiyah selama kurang lebih satu jam pun berakhir. Mata mengantuk, badan pegal seketika hilang. Yeah, mission accomplished!

Dan dari lubuk hati yang terdalam, aku merasa kasihan dengan Fathiyah yang ternyata tampak sama seperti gembel di mata seorang bocah berusia kurang dari tiga tahun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: