Movie Review: Dear Friends

Aku baru sadar, belakangan jadi lebih banyak postingan review ya…. 😮 *elus2 jenggot*

Yak! Sekarang aku mau review lagi, tapi film. Ini adalah film Jepang yang berjudul ‘Dear Friends’. Film yang dibintangi Kitagawa Keiko ini bercerita tentang seorang cewek SMA bernama Rina yang wajahnya sering muncul di majalah, hobi dugem, dan begini-begitu (tambah ambigu ya aku bilang gini, wkwkw~). Rina ini anaknya cantik, langsing (di mataku sih kayak anoreksia =_______=a), banyak yang suka, tapi lebih banyak lagi yang benci. Perkaranya, Rina ini anaknya sombongnya 7 langit. Selain itu, dia juga nggak punya teman karena dia merasa yang namanya teman itu cuma ada buat dimanfaatin. Intinya, orang macem Rina ini orang yang minta ditendang ke jurang (oke, perumpamaan yang bagus).

One day, Rina merasa mual. Awalnya dia kira hamil (dan dia ngomong gitu dengan santainya =_______=), tapi sekitar seminggu kemudian dia pingsan pas lagi dugem. Usut punya usut, ternyata Rina ngidap kanker.

Jadilah, dia dirawat cukup lama di RS. Di sana, dia berteman sama seorang anak kecil bernama Kanae. Plus, seorang cewek, Maki, yang mengaku sebagai teman Rina datang setiap hari menjenguknya. Awalnya Rina cuek dengan keberadaan Kanae dan Maki, sampai suatu hari Rina tau kalau Kanae juga mengidap kanker. Begitu tau, Rina nangis sambil bilang pokoknya-Kanae-nggak-boleh-mati.

Namun Tuhan berkehendak lain, Kanae akhirnya meninggalkan dunia ini. #halah

Dan waktu itu, Rina nggak sengaja denger dari perawat-perawat yang lagi nongkrong di ruang perawat kalau ternyata Rina mengidap kanker payudara. Rina yang nggak bisa terima kenyataan itu langsung berusaha bunuh diri, namun digagalkan Maki. Setelah itu, Rina pun mau dioperasi.

Dari opening-nya, aku mikir kalau film ini kayaknya bagus. Ditunjukin adegan Rina yang berwajah pucat lari ke atap RS dengan narasi Rina yang mempertanyakan ‘Apa itu teman?’ dan mau bunuh diri. Terus nonton, aku pikir film ini masih fine-fine aja. Sampai menginjak pada babak Rina ketauan mengidap kanker.

Ada babak di mana Rina sadar kalau rambutnya mulai rontok, tapi dia masih nggak bisa terima kenyataan dan akhirnya tetep pergi dugem. Di klub, dia ketemu sama DJ yang naksir berat sama Rina. Karena suatu sebab, tiba-tiba rambut Rina nggak sengaja ditarik DJ itu, daaaaan…………..copot. Rina nyaris gundul, dan ternyata yang dia pake itu cuma wig.

Nyaris gundul. Dan aku langsung keinget sama Dobby-nya Harry Potter. ._.

Gambar

look at its hair

Gambar

look at her hair

Kenapa?? Kenapaaa??? Emangnya dia udah kemoterapi berapa kali mpe tiba-tiba gundulnya kayak gitu???? 😯 #sumpahgakpaham

Kejanggalan yang kedua yang kurasain adalah pas Rina tau Kanae juga mengidap kanker dan tampak sekarat. Saat itu Rina bilang kalau Kanae nggak boleh mati sambil nangis. Aku merasa adegan ini agak janggal, soalnya selama ini Rina tampak cuek sama Kanae…terus kenapa tiba-tiba Rina nangis pas tau Kanae sekarat? Apakah dia ngerasa sedih karena tau bakal nggak punya teman kayak Kanae lagi, atau………..dia takut kalau Kanae mati, berarti Rina yang juga mengidap kanker bakal mati seperti Kanae?

Well, makna sebenarnya ada di tangan sang scriptwriter, I think. :/

Terus, ada satu adegan yang membuatku bertanya-tanya mengenai genre film ini.

Ini adalah adegan di mana Rina lari ke atap RS dan mau bunuh diri dengan cara loncat ke bawah. Usahanya dihentikan Maki, yang disusul ibu Rina dan kepala perawat RS. Rina mau bunuh diri karena apa gunanya hidup (sebagai perempuan) kalau nggak punya dada lagi? Maki, setelah denger alasan Rina, minta Rina nggak bunuh diri, karena intinya sih Maki nggak bisa hidup tanpa Rina. It seriously sounds creepy, uh? Semakin curiga kalau Maki itu lesbi dan naksir Rina. 😯

Setelah berdebat bentar, Maki pun langsung ngeluarin cutter dari tasnya daaaaaaaaaaann………nyilet dadanya!!!

HELL!! Adegan macam apa itu??? Ini drama atau thriller sih??!? 😯

Usut punya usut, ternyata Maki ini sering di-bully di sekolah. Dan seperti korban bully di Jepang pada umumnya (yang sering kuliat di film atau drama Jepang sih), Maki sering nyilet-nyilet pergelangan tangannya. Tapi karena inget kata-kata Rina ‘karena kita teman’ ke Maki pas masih SD, Maki berusaha bertahan hidup.

Oke, dia masochist, dan bisa dibilang seorang teman yang loyal, tapiiiiiiiiiiiii….GAK GITU JUGA KALEEEE~!!! #melotot

Sampai akhir, aku kurang bisa menghayati nonton film ini. Maafkan aku, tapi adegan maki nyilet dada itu sungguh…………. #tahannafas

Tapi ada satu nilai yang kudapet dari film ini sih. Bahwa sesepele apa pun kata-kata seseorang kedengarannya, kata-kata itu bisa berdampak besar bagi orang lain. Just like …because we are friends’ that Rina said to Maki.

Advertisements

2 responses to this post.

  1. Posted by nyol on July 3, 2013 at 6:20 pm

    Hoo… Jadi sepertinya ini film pendek yang dipanjang-panjangin gitu ya?
    Efeknya ke penonton jadi kurang dapet feelnya 😀

    Reply

    • Posted by Jiyuu on July 16, 2013 at 7:02 pm

      wuiiihh…ini postingan jaman kapan ya, Nyol?? Mpe lupa~ :LOL:
      Hmmm….entahlah, gak yakin…bisa dibilang gitu mungkin ya 😮 #mikir

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: